Jasa Training AI Google Workspace
Cherrytree menyediakan jasa training Google Workspace untuk perusahaan yang ingin timnya benar-benar memanfaatkan Gmail, Drive, Meet, hingga Gemini AI.
Kenapa Butuh Training Google Workspace?
Punya lisensi Google Workspace bukan jaminan tim Anda produktif
Ketika karyawan masih mengirim dokumen lewat WhatsApp karena tidak paham cara sharing di Drive, rapat di Google Meet berjalan kacau tanpa moderasi, dan folder penting tersebar di akun pribadi masing-masing.
Training yang tepat mengubah itu: dari yang hanya “punya akun Google Workspace” menjadi tim yang benar-benar bekerja lebih cepat, lebih rapi, dan lebih terkoordinasi dengan tools yang sama.
Apa yang Anda Dapatkan?
End-User Training
- Materi:
Pelatihan untuk memaksimalkan penggunaan Google Workspace, meningkatkan kolaborasi dan produktivitas tim
- Cocok untuk
Perusahaan yang baru migrasi ke Google Workspace atau ingin menyeragamkan cara kerja tim lama dan baru.
Admin Training
- Materi:
Pengelolaan user dan group email, pengaturan keamanan (2FA, SSO), audit akses dokumen, manajemen kebijakan sharing antar divisi.
- Cocok untuk
Perusahaan yang ingin admin internalnya mandiri mengelola Workspace tanpa terus bergantung pada support eksternal.
AI & Gemini Activation
- Materi:
Membuat ringkasan dokumen dan email otomatis, analisis data di Sheets dengan bantuan AI, drafting konten lebih cepat di Docs, penggunaan Gemini dalam rapat di Meet.
- Cocok untuk
Tim yang ingin memanfaatkan AI Google Workspace untuk pekerjaan sehari-hari.
Champions Program
- Materi:
Program untuk memimpin adopsi sistem dalam organisasi. Pemahaman seluruh fitur, bisa mengajarkannya ke tim, dan sigap menangani kendala teknis ringan tanpa perlu eskalasi ke IT.
- Cocok untuk
Perwakilan tiap divisi yang akan menjadi “rujukan internal” soal Google Workspace.
Belum yakin paket mana yang paling cocok untuk tim Anda? Konsultasikan dulu, gratis.
Metode & Proses Kerja Kami
Assessment Kebutuhan
Sebelum training dimulai, tim kami menggali tools apa saja yang paling sering dipakai tim Anda sehari-hari, di mana letak kendalanya, dan seberapa jauh level familiaritas peserta dengan teknologi.
Kustomisasi Materi
Hasil assessment menentukan materi seperti apa yang relevan. Training untuk tim legal akan mengutakan keamanan dokumen dan access control, sementara training untuk tim marketing lebih fokus ke kolaborasi konten dan otomatisasi dengan Gemini.
Sesi Training Interaktif
Peserta langsung praktik di device masing-masing, bukan hanya menonton slide. Trainer memandu step-by-step, membuka ruang tanya jawab di setiap topik, dan menyesuaikan kecepatan penyampaian dengan respons peserta di lapangan.
Evaluasi & Pendampingan Lanjutan
Setelah sesi selesai, tim Anda tetap bisa menghubungi trainer untuk pertanyaan susulan. Untuk perusahaan yang mengambil Champions Program, ada pendampingan berkala untuk memastikan adopsi tidak berhenti begitu training usai.
Manfaatkan AI Google Workspace
AI-First Mindset
Berfokus pada pemanfaatan AI Google Workspace.
Agile and Fresh
Mitra Google di Indonesia dengan pendekatan Agile
Local Insight & Training
Disampaikan dalam bahasa yang jelas dan mudah dipahami
Best Practice Expert
Membantu memaksimalkan potensi penuh Google Workspace
Klien yang percaya dengan Rimba House












Apa kata mereka?
Dipercaya Tim dari Berbagai Industri
Dari kantor hukum, klinik, sampai perusahaan logistik, setiap tim punya cara kerja berbeda, dan training kami menyesuaikan dengan itu.
-
Awalnya saya kira training ini cuma akan ngulang hal-hal yang orang udah tau. Ternyata enggak. Yang paling kepake buat saya justru sesi soal Google Drive shared drive, selama ini folder onboarding karyawan baru tersebar di banyak akun pribadi, dan setiap kali ada resign, filenya suka ikut hilang. Setelah training, kami bikin struktur folder per divisi dengan akses yang jelas. Simple sih sebenernya, tapi enggak kepikiran sebelumnya kalau enggak ditunjukin caranya.
Felicia Agustin HR & People Development Manager
-
Saya yang paling excited soal sesi admin console, karena selama ini saya raba-raba sendiri settingan Google Workspace dari trial-error. Trainernya jelasin soal 2FA, group email, sampai cara audit siapa yang pernah akses dokumen sensitif — yang ternyata ada fiturnya, cuma saya enggak tau. Satu hal yang saya suka, mereka enggak buru-buru pindah ke topik lain sebelum saya beneran paham. Sampai sekarang kalau ada pertanyaan susulan masih dibales via WA.
Eko Hangodo IT Support Lead — perusahaan distribusi FMCG
-
Jujur, awalnya saya anggap training ini enggak terlalu perlu buat tim sekecil kami. Tapi ternyata masalahnya bukan di jumlah orang, tapi kebiasaan kerja — tim saya masih suka kirim file lewat email satu-satu, padahal semua orang udah pegang akun Workspace. Setelah sesi kedua, mereka baru ngeh soal commenting dan version history di Docs, jadi enggak ada lagi drama (ini file mana yang paling baru). Investasi training-nya kerasa worth it dalam dua minggu pertama.
Fajar Nugraha Founder digital agency
-
Concern terbesar kami waktu mau pindah ke Google Workspace itu soal kerahasiaan dokumen klien, itu bukan hal yang bisa dikompromikan. Trainer-nya enggak langsung masuk ke fitur, tapi mulai dari cara setting shared drive per matter/case dengan access control yang jelas, siapa yang boleh lihat, siapa yang cuma boleh comment. Setelah itu baru masuk ke Docs buat drafting bersama associate tanpa harus kirim-kirim revisi lewat email. Yang paling saya apresiasi, mereka paham kami butuh audit trail, bukan cuma gampang dipakai..
Irianto Kabes, S.H., M.H. Managing Partner Y&D Law Firm
-
Sebelumnya tiap partner punya cara sendiri nyimpen dokumen kontrak — ada yang di laptop, ada yang di email, ada yang minta saya print dan taro di lemari fisik. Kalau ada yang butuh dokumen lama pas partner-nya lagi sidang, saya suka kelabakan. Di sesi training, saya belajar bikin sistem folder berdasarkan nama klien dan jenis perkara, plus pakai Google Forms buat intake data klien baru biar enggak ada yang kececer. Sekarang kalau ditanya dokumen apapun, saya bisa ketemu dalam hitungan detik, enggak perlu telepon-telepon ke partner yang bersangkutan.
Dini Sandiyah Citra Resmi. S.H., M.Kn. Finance Manager Legal Corporate
-
Tim front office saya sebelumnya nyatet jadwal pasien di buku fisik per cabang, jadi kalau pasien mau reschedule di cabang lain, staff harus telepon cabang asalnya dulu buat cek jadwal dokter. Setelah training soal Google Calendar dan Sheets yang terhubung antar cabang, sekarang semua staff bisa lihat ketersediaan dokter real-time dari cabang manapun. Bukan sistem booking yang canggih, tapi buat klinik kami yang belum punya budget software khusus, ini udah cukup banget ngebantu operasional harian.
dr. Michael Tanoto Direktur Operasional Klinik Kesehatan
-
Guru-guru kami rata-rata generasi yang enggak terlalu akrab sama teknologi, jadi waktu sekolah mau pindah ke Google Classroom dan Workspace, saya sempat khawatir prosesnya akan berat. Tapi trainer-nya sabar banget, materi dijelasin pelan-pelan mulai dari hal paling dasar kayak cara share dokumen ke murid, sampai pemanfaatan Google Forms buat ulangan online. Yang saya suka, mereka kasih waktu tanya jawab panjang, jadi guru-guru senior enggak merasa terburu-buru atau malu buat nanya hal dasar.
Yuliana Pratiwi M.Pd. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum — SMA swasta
-
Awalnya saya kira training ini cuma akan ngulang hal-hal yang orang udah tau. Ternyata enggak. Yang paling kepake buat saya justru sesi soal Google Drive shared drive, selama ini folder onboarding karyawan baru tersebar di banyak akun pribadi, dan setiap kali ada resign, filenya suka ikut hilang. Setelah training, kami bikin struktur folder per divisi dengan akses yang jelas. Simple sih sebenernya, tapi enggak kepikiran sebelumnya kalau enggak ditunjukin caranya.
Felicia Agustin HR & People Development Manager
-
Saya yang paling excited soal sesi admin console, karena selama ini saya raba-raba sendiri settingan Google Workspace dari trial-error. Trainernya jelasin soal 2FA, group email, sampai cara audit siapa yang pernah akses dokumen sensitif — yang ternyata ada fiturnya, cuma saya enggak tau. Satu hal yang saya suka, mereka enggak buru-buru pindah ke topik lain sebelum saya beneran paham. Sampai sekarang kalau ada pertanyaan susulan masih dibales via WA.
Eko Hangodo IT Support Lead — perusahaan distribusi FMCG
-
Jujur, awalnya saya anggap training ini enggak terlalu perlu buat tim sekecil kami. Tapi ternyata masalahnya bukan di jumlah orang, tapi kebiasaan kerja — tim saya masih suka kirim file lewat email satu-satu, padahal semua orang udah pegang akun Workspace. Setelah sesi kedua, mereka baru ngeh soal commenting dan version history di Docs, jadi enggak ada lagi drama (ini file mana yang paling baru). Investasi training-nya kerasa worth it dalam dua minggu pertama.
Fajar Nugraha Founder digital agency
-
Concern terbesar kami waktu mau pindah ke Google Workspace itu soal kerahasiaan dokumen klien, itu bukan hal yang bisa dikompromikan. Trainer-nya enggak langsung masuk ke fitur, tapi mulai dari cara setting shared drive per matter/case dengan access control yang jelas, siapa yang boleh lihat, siapa yang cuma boleh comment. Setelah itu baru masuk ke Docs buat drafting bersama associate tanpa harus kirim-kirim revisi lewat email. Yang paling saya apresiasi, mereka paham kami butuh audit trail, bukan cuma gampang dipakai..
Irianto Kabes, S.H., M.H. Managing Partner Y&D Law Firm
-
Sebelumnya tiap partner punya cara sendiri nyimpen dokumen kontrak — ada yang di laptop, ada yang di email, ada yang minta saya print dan taro di lemari fisik. Kalau ada yang butuh dokumen lama pas partner-nya lagi sidang, saya suka kelabakan. Di sesi training, saya belajar bikin sistem folder berdasarkan nama klien dan jenis perkara, plus pakai Google Forms buat intake data klien baru biar enggak ada yang kececer. Sekarang kalau ditanya dokumen apapun, saya bisa ketemu dalam hitungan detik, enggak perlu telepon-telepon ke partner yang bersangkutan.
Dini Sandiyah Citra Resmi. S.H., M.Kn. Finance Manager Legal Corporate
-
Tim front office saya sebelumnya nyatet jadwal pasien di buku fisik per cabang, jadi kalau pasien mau reschedule di cabang lain, staff harus telepon cabang asalnya dulu buat cek jadwal dokter. Setelah training soal Google Calendar dan Sheets yang terhubung antar cabang, sekarang semua staff bisa lihat ketersediaan dokter real-time dari cabang manapun. Bukan sistem booking yang canggih, tapi buat klinik kami yang belum punya budget software khusus, ini udah cukup banget ngebantu operasional harian.
dr. Michael Tanoto Direktur Operasional Klinik Kesehatan
-
Guru-guru kami rata-rata generasi yang enggak terlalu akrab sama teknologi, jadi waktu sekolah mau pindah ke Google Classroom dan Workspace, saya sempat khawatir prosesnya akan berat. Tapi trainer-nya sabar banget, materi dijelasin pelan-pelan mulai dari hal paling dasar kayak cara share dokumen ke murid, sampai pemanfaatan Google Forms buat ulangan online. Yang saya suka, mereka kasih waktu tanya jawab panjang, jadi guru-guru senior enggak merasa terburu-buru atau malu buat nanya hal dasar.
Yuliana Pratiwi M.Pd. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum — SMA swasta
-
Awalnya saya kira training ini cuma akan ngulang hal-hal yang orang udah tau. Ternyata enggak. Yang paling kepake buat saya justru sesi soal Google Drive shared drive, selama ini folder onboarding karyawan baru tersebar di banyak akun pribadi, dan setiap kali ada resign, filenya suka ikut hilang. Setelah training, kami bikin struktur folder per divisi dengan akses yang jelas. Simple sih sebenernya, tapi enggak kepikiran sebelumnya kalau enggak ditunjukin caranya.
Felicia Agustin HR & People Development Manager
-
Saya yang paling excited soal sesi admin console, karena selama ini saya raba-raba sendiri settingan Google Workspace dari trial-error. Trainernya jelasin soal 2FA, group email, sampai cara audit siapa yang pernah akses dokumen sensitif — yang ternyata ada fiturnya, cuma saya enggak tau. Satu hal yang saya suka, mereka enggak buru-buru pindah ke topik lain sebelum saya beneran paham. Sampai sekarang kalau ada pertanyaan susulan masih dibales via WA.
Eko Hangodo IT Support Lead — perusahaan distribusi FMCG
-
Jujur, awalnya saya anggap training ini enggak terlalu perlu buat tim sekecil kami. Tapi ternyata masalahnya bukan di jumlah orang, tapi kebiasaan kerja — tim saya masih suka kirim file lewat email satu-satu, padahal semua orang udah pegang akun Workspace. Setelah sesi kedua, mereka baru ngeh soal commenting dan version history di Docs, jadi enggak ada lagi drama (ini file mana yang paling baru). Investasi training-nya kerasa worth it dalam dua minggu pertama.
Fajar Nugraha Founder digital agency
-
Concern terbesar kami waktu mau pindah ke Google Workspace itu soal kerahasiaan dokumen klien, itu bukan hal yang bisa dikompromikan. Trainer-nya enggak langsung masuk ke fitur, tapi mulai dari cara setting shared drive per matter/case dengan access control yang jelas, siapa yang boleh lihat, siapa yang cuma boleh comment. Setelah itu baru masuk ke Docs buat drafting bersama associate tanpa harus kirim-kirim revisi lewat email. Yang paling saya apresiasi, mereka paham kami butuh audit trail, bukan cuma gampang dipakai..
Irianto Kabes, S.H., M.H. Managing Partner Y&D Law Firm
-
Sebelumnya tiap partner punya cara sendiri nyimpen dokumen kontrak — ada yang di laptop, ada yang di email, ada yang minta saya print dan taro di lemari fisik. Kalau ada yang butuh dokumen lama pas partner-nya lagi sidang, saya suka kelabakan. Di sesi training, saya belajar bikin sistem folder berdasarkan nama klien dan jenis perkara, plus pakai Google Forms buat intake data klien baru biar enggak ada yang kececer. Sekarang kalau ditanya dokumen apapun, saya bisa ketemu dalam hitungan detik, enggak perlu telepon-telepon ke partner yang bersangkutan.
Dini Sandiyah Citra Resmi. S.H., M.Kn. Finance Manager Legal Corporate
-
Tim front office saya sebelumnya nyatet jadwal pasien di buku fisik per cabang, jadi kalau pasien mau reschedule di cabang lain, staff harus telepon cabang asalnya dulu buat cek jadwal dokter. Setelah training soal Google Calendar dan Sheets yang terhubung antar cabang, sekarang semua staff bisa lihat ketersediaan dokter real-time dari cabang manapun. Bukan sistem booking yang canggih, tapi buat klinik kami yang belum punya budget software khusus, ini udah cukup banget ngebantu operasional harian.
dr. Michael Tanoto Direktur Operasional Klinik Kesehatan
-
Guru-guru kami rata-rata generasi yang enggak terlalu akrab sama teknologi, jadi waktu sekolah mau pindah ke Google Classroom dan Workspace, saya sempat khawatir prosesnya akan berat. Tapi trainer-nya sabar banget, materi dijelasin pelan-pelan mulai dari hal paling dasar kayak cara share dokumen ke murid, sampai pemanfaatan Google Forms buat ulangan online. Yang saya suka, mereka kasih waktu tanya jawab panjang, jadi guru-guru senior enggak merasa terburu-buru atau malu buat nanya hal dasar.
Yuliana Pratiwi M.Pd. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum — SMA swasta
-
Awalnya saya kira training ini cuma akan ngulang hal-hal yang orang udah tau. Ternyata enggak. Yang paling kepake buat saya justru sesi soal Google Drive shared drive, selama ini folder onboarding karyawan baru tersebar di banyak akun pribadi, dan setiap kali ada resign, filenya suka ikut hilang. Setelah training, kami bikin struktur folder per divisi dengan akses yang jelas. Simple sih sebenernya, tapi enggak kepikiran sebelumnya kalau enggak ditunjukin caranya.
Felicia Agustin HR & People Development Manager
-
Saya yang paling excited soal sesi admin console, karena selama ini saya raba-raba sendiri settingan Google Workspace dari trial-error. Trainernya jelasin soal 2FA, group email, sampai cara audit siapa yang pernah akses dokumen sensitif — yang ternyata ada fiturnya, cuma saya enggak tau. Satu hal yang saya suka, mereka enggak buru-buru pindah ke topik lain sebelum saya beneran paham. Sampai sekarang kalau ada pertanyaan susulan masih dibales via WA.
Eko Hangodo IT Support Lead — perusahaan distribusi FMCG
-
Jujur, awalnya saya anggap training ini enggak terlalu perlu buat tim sekecil kami. Tapi ternyata masalahnya bukan di jumlah orang, tapi kebiasaan kerja — tim saya masih suka kirim file lewat email satu-satu, padahal semua orang udah pegang akun Workspace. Setelah sesi kedua, mereka baru ngeh soal commenting dan version history di Docs, jadi enggak ada lagi drama (ini file mana yang paling baru). Investasi training-nya kerasa worth it dalam dua minggu pertama.
Fajar Nugraha Founder digital agency
-
Concern terbesar kami waktu mau pindah ke Google Workspace itu soal kerahasiaan dokumen klien, itu bukan hal yang bisa dikompromikan. Trainer-nya enggak langsung masuk ke fitur, tapi mulai dari cara setting shared drive per matter/case dengan access control yang jelas, siapa yang boleh lihat, siapa yang cuma boleh comment. Setelah itu baru masuk ke Docs buat drafting bersama associate tanpa harus kirim-kirim revisi lewat email. Yang paling saya apresiasi, mereka paham kami butuh audit trail, bukan cuma gampang dipakai..
Irianto Kabes, S.H., M.H. Managing Partner Y&D Law Firm
-
Sebelumnya tiap partner punya cara sendiri nyimpen dokumen kontrak — ada yang di laptop, ada yang di email, ada yang minta saya print dan taro di lemari fisik. Kalau ada yang butuh dokumen lama pas partner-nya lagi sidang, saya suka kelabakan. Di sesi training, saya belajar bikin sistem folder berdasarkan nama klien dan jenis perkara, plus pakai Google Forms buat intake data klien baru biar enggak ada yang kececer. Sekarang kalau ditanya dokumen apapun, saya bisa ketemu dalam hitungan detik, enggak perlu telepon-telepon ke partner yang bersangkutan.
Dini Sandiyah Citra Resmi. S.H., M.Kn. Finance Manager Legal Corporate
-
Tim front office saya sebelumnya nyatet jadwal pasien di buku fisik per cabang, jadi kalau pasien mau reschedule di cabang lain, staff harus telepon cabang asalnya dulu buat cek jadwal dokter. Setelah training soal Google Calendar dan Sheets yang terhubung antar cabang, sekarang semua staff bisa lihat ketersediaan dokter real-time dari cabang manapun. Bukan sistem booking yang canggih, tapi buat klinik kami yang belum punya budget software khusus, ini udah cukup banget ngebantu operasional harian.
dr. Michael Tanoto Direktur Operasional Klinik Kesehatan
-
Guru-guru kami rata-rata generasi yang enggak terlalu akrab sama teknologi, jadi waktu sekolah mau pindah ke Google Classroom dan Workspace, saya sempat khawatir prosesnya akan berat. Tapi trainer-nya sabar banget, materi dijelasin pelan-pelan mulai dari hal paling dasar kayak cara share dokumen ke murid, sampai pemanfaatan Google Forms buat ulangan online. Yang saya suka, mereka kasih waktu tanya jawab panjang, jadi guru-guru senior enggak merasa terburu-buru atau malu buat nanya hal dasar.
Yuliana Pratiwi M.Pd. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum — SMA swasta
FAQs
Berapa lama durasi training Google Workspace?
Bervariasi tergantung jenis training. End-user training biasanya 2–4 jam per sesi, sementara admin training bisa 4–6 jam karena materinya lebih teknis. Untuk kebutuhan lebih spesifik, durasi bisa disesuaikan setelah sesi assessment awal.
Apakah training bisa dilakukan online atau harus tatap muka?
Bisa keduanya. Sebagian besar klien kami memilih format hybrid, sesi pengenalan online untuk efisiensi waktu, lalu sesi hands-on tatap muka untuk topik yang lebih teknis seperti admin console atau keamanan data.
Apakah training ini termasuk saat membeli lisensi Google Workspace lewat Cherrytree?
Tidak otomatis termasuk, tapi tersedia paket bundling khusus untuk klien yang membeli lisensi sekaligus melalui kami. Tanyakan ke tim kami untuk penawaran yang sesuai kebutuhan.
Berapa minimal jumlah peserta untuk satu sesi training?
Training bisa dilakukan untuk grup kecil (5-10 orang) hingga seluruh perusahaan sekaligus. Untuk hasil belajar yang optimal, kami merekomendasikan maksimal 20-25 peserta per sesi agar interaksi dengan trainer tetap efektif.
Apakah materi bisa disesuaikan dengan industri tertentu, misalnya kantor hukum atau klinik?
Bisa. Ini justru bagian dari tahap assessment kebutuhan di awal materi soal keamanan dokumen untuk kantor hukum tentu berbeda penekanannya dibanding materi untuk tim retail atau sekolah.
Google Workspace Official Partner
Dapatkan Benefit & harga menarik untuk Pembelian Lisensi Google Worspace, dengan Menggunakan Cherrytree.